jika ada hal yang paling susah dalam diri saya maka itu bernama “mencintai Indonesia” kalimat ini mungkin menimbulkan pertanyaan “dimana Nasionalisme mu?” adalah wajar jika teman-teman mempertanyakan hal demikian namun lebih wajar lagi jika teman-teman memberikan cap “saya tidak cinta Indonesia”.
lalu apakah saya menerima dengan cap tersebut?
saat ini saya menerima dan saya akui saya memang tidak cinta indonesia dan saya berada di Indonesia karena keterpaksaan, terpaksa karena sudah terlanjur di lahirkan di negara yang katanya gemah ripah loh jenawi titi toto tentrem kerto raharjo ini.
saya hampir tidak menemukan alasan untuk mencintai indonesia..
produk dalam negeri yang susah untuk di akui kwalitasnya…
politikus yang munafik..
pejabat yang korup..
PNS yang menggantungkan hidup atas nama abdi negara..
penjualan asset negara …
polisi yang arogan..
koneksi internet yang lelet..
hutan yang gundul..
sungai yang tercemar..
PLN yang byar pett..
pengangguran yang sporadis..
kemiskinan yang membudaya..
dan ORANG-ORANG YANG TIDAK BISA MENGAKUI POTENSI ORANG LAIN !
Tolong kasih tau saya sebaris saja alasan untuk mencintai Indonesia..????
atau haruskah saya mencintai Indonesia tanpa alasan seperti saya mencintai kekasih saya?? saya rasa itu tidak harus.. kenapa?? karena Indonesia bukan kekasih saya, indonesia adalah negara yang mestinya menjamin kenyamanan dan mengakui potensi rakyatnya, negara yang dikelola oleh orang-orang terpilih bukan orang-orang yang dipilih karena orang-orang yang dipilih cenderung subjektif.
alasan paling kuat untuk tidak mencintai indonesia adalah pengakuan negara asing atas potensi Sri Mulyani dan BJ Habibie.
TERIMAKASIH !

5 Mei 2010 pada 7:33 pm
sebenarnya saya pun sangat jengkel . . dahulu ketika rakyat dikebiri oleh Rezim Suharto . . ada alasan saya untuk mencintai Indonesia . . karena dikuasai Sang Otoriter . . alasan saya mencintai Indonesia . . ikut bersama-sama sebagian besar Rakyat Indonesia melawan Rezim Suharto . . omong sombongnya berjuang menegakkan kebenaran dalam satu Barisan reformasi, sekaligus melawan kemunafikan yang sangat membudaya salah satunya adalah “Ucapan sendiko Dawuh yang diimplementasikan Mohon Petunjuk”, artinya dulu rakyat sipil munduk-munduk . . tidak ada yang berani nongol meskipun perutnya lapar . . jaman berubah Rezim Suharto akhirnya runtuh juga, meskipun sudah mengakar begitu lama selama 32 (tiga puluh dua) tahun . . Negara menjadi Demokrasi . . orang-orang laparpun berani berbicara . . bahkan orang-orang yang kekenyangan pun berani bicara . . apalagi bila cita-cita atau harapannya tidak kesampaian . . Presiden pun dicela dan dinista, walaupun belum tentu salah . . apalagi hanya Ketua RW seperti saya . . tidak ada artinya apa-apa . . semua orang bicara tanpa dipikirkan akibatnya “apa yang dibicarakan itu benar adanya atau sekedar fitnah . . mereka berkata : persetan tidak ada urusan salah atau benar yang penting cita-citaku kesampaian . . biar yang lainnya jungkir balik tidak karuan . . aku tidak ada urusan . . yang penting aku sampai ke tujuan”
Semua orang sudah tidak lagi sekedar munafik dan tidak sekedar bisa menipu saja . . tapi sudah naik tingkatanya menjadi yang disebut mbegendeng (mohon maaf karena tidak ada ungkapan atau kalimat yang sopan untuk mengilustrasikan apa yang saya sampaikan . . sehingga muncul istilah Mbegendeng yang saya anggap pas dengan sifat oknum-oknum politikus sekarang) . .
Saya sangat jengkel dan muak dengan mereka yang mbegendeng . . karena saya yakin, bahwa mereka yang mbegendeng tahu persis apabila mereka mbegendeng . . mereka tidak peduli dan tidak mau tahu dengan sikap mereka yang mbegendeng, malahan sikap yang mbegendeng tersebut dalam hari demi hari dipelihara dan ditingkatkan oleh mereka agar tidak hanya mbegendeng saja . . tapi ditambah dengan sikap rakus dan tidak tahu malu . . tujuannya adalah untuk mempertahankan menjadi pejabat mbegendeng yang tidak ada tandingnya, sehingga tetap mempertahankan jabatannya menjadi pejabat yang mbegendeng.
Dengan melihat hal seperti itu . . lama kelamaan saya juga jengkel menjadi warga negara Indonesia, mengapa saya harus dilahirkan di Negaranya orang-orang mbegendeng . . namun apa mau dikata saya sudah terlanjur lahir di Indonesia . . untuk pindah kenegara lain . . saya tidak punya beaya . . namun masih ada hal-hal tertentu yang membuat saya masih tetap ingin tinggal di Indonesia . . pertama masih ada saudara . . kerabat . . dan sahabat-sahabat yang berbudi luhur dan jujur serta masih ingin mengabdi kepada masyarakat yang papa . . Kedua masih ada harapan untuk melihat mereka-mereka yang mbegendeng diteriaki massa dan dianggap sampah . .lalu mereka ketakutan dan jadi gendeng benaran.
karena masih ada dua hal tersebut yang membuat saya tetap ingin menjadi Warga Negara Indonesia, maka saya dan sahabat-sahabat saya (kalau bisa anda-anda semua yang tidak mbegendeng) harus turut berdoa agar supaya oknum-oknum pejabat Mbegendeng cepat-cepat di adili segera oleh ALLAH SWT, entah diberi penyakit aneh yang tidak ada obatnya, sehingga tidak mbegendeng lagi . . YA ALLAH dengarkanlah dan kabulkanlah doa ku ini . . sehingga Saya dan sahabat-sahabat semua yang tidak mbegendeng tetap kerasan tinggal di Bumi Indonesia Tercinta . . AMIEN-AMIEN YA ROBBAL ALAMIEN
Surabaya, 6 Mei 2010
Hormat saya
Slamet Julianto (cak Bagong)
6 Mei 2010 pada 1:23 am
[...] menulis tentang ketidakcintaan saya terhadap negeri ini untuk membaca tulisan tersebut silahkan klik disini, dalam artikel yang saya tulis penuh perasaan itu seorang teman bernama slamet julianto memberikan [...]
8 Mei 2010 pada 1:42 am
Saya ada 2 alasan buat direnungkan:
ada 2 cerita.
selain semua keburukan di atas, ada positifnya lho, ini negara damai, kalu kepepet, seua bisa damai, kalo udah dipengadilan, bisa damai, yang mana di negara lain belum tentu bisa
trus kata temanku, negara kita tahan terhadap krisis, dimana negara lain bergelut dengan krisis, indonesia tenang2 saja (karena sebenarnya tidak pernah keluar dari krisis sih katanya).. bom dimana2, awalnya juga ketar ketir, tapi lama2 tenang2 aja.. jadi ingat tulisan begini: right or wrong, i love my country (langsung deh nyanyi lagunya project pop.. dangdut is music my country)… aduh asiknya
8 Mei 2010 pada 6:03 pm
cak bagong…
terimakasih atas kunjungan dan komentarnya yang sudah memperkaya posting saya semoga komentar cak bagong bisa di baca oleh teman2 lain yang juga susah mencintai indonesia seperti saya..
mas agus…
waaaaaaaaaaa… bener2 positif mas tambah positif lagi dengan kehadiran Pak Markus di kantor pajak, polri, pengadilan dan di waaaa…dimana-mana…
sekali lagi.. waaaaaaaaaaaaaaaa….
30 November 2010 pada 2:24 pm
wah akhirxa ketemu org yg sama spt sy, org bilang tdk nasionalis… EGP, yg pasti sy tdk nasionalis buta, apalagi klo liat Timnas bola iNdonesia… tambah ga cinta Indonesia saja saya…