1 Suro dimata saya sebagai warga SH terate

7 Desember 2010

sebagai warga persaudaraan setia hati terate yang dikenal sebagai bagian dari tradisi kejawen saya tergerak untuk menyumbangkan sedikit bumbu modernisasi dalam menerjemahkan ritual suro-an, meskipun sebenarnya entitas etnis saya bukan bahkan sama sekali tidak ada hubungan genetis dengan etnis jawa namun saya sangat interest dan memberikan apresiasi tertinggi untuk ajaran-ajaran kejawen yang sudah saya terima selama mendalami ilmu beladiri dan kerohanian di persaudaraan setia hati terate.

jika mayoritas masyarakat Indonesia mengenal Persaudaraan Setia Hati terate sebagai perguruan beladiri yang radikal, keras dan temperamental, maka saya meluruskannya disini, adalah benar SH terate mengajarkan teknik-teknik beladiri ekstrim yang sangat mematikan jika di aplikasikan dalam perkelahian bebas, setidaknya 36 gerak jurus inti, 90 gerak pertahanan fisik (senam dasar), 25 gerak toya/senam toya (tongkat) dan 15 jurus toya/tongkat, beberapa gerak kuncian/krippen serta puluhan teknik penggunaan belati dan pedangĀ  adalah materi utama dalam persaudaraan setia hati terate, dari item dan jumlah materi tersebut saja sudah dapat dibayangkan kemampuan perkelahian seorang warga yang notabene diwajibkan menguasai kesemuanya melalalui serangkaian test sebelum di sah-kan menjadi warga untuk menyandang sabuk putih besar/kain kafan. (ihwal kain kafan yang dimiliki seorang warga PSHT akan saya paparkan pada posting berikutnya)

kembali pada esensi 1 suro bagi warga SH Terate…

dalam perjalanan sejarahnya SH terate memiliki tradisi suroan atau dalam bahasa sederhananya menyambut tanggal 1 muharam, yang menjadi sakral dalam penyambutan tanggal tersebut adalah serangkaian ritual seperti cuci mori/kain kafan dan puter gelang (mengililingi kampung tepat pukul 00.00 dengan berjalan kaki). mayoritas warga SH terate masih menganggap ini sebagai ritual beraroma mistis dan berorientasi kesaktian, kedigjaya-an, kekuatan magis dsb, namun bagi saya pribadi dan mungkin beberapa warga yang mengerti makna 1 suro dengan benar, ritual “puter gelang” adalah bagian dari pengejawantahan napak tilas keprihatinan leluhur dalam mengemban tugas moral untuk membumikan kebaikan atau dalam bahasa SH terate-nya “memayu hayuning buwono” adapun “kebaikan” dimaksud adalah kebaikan kepada segenap penghuni bumi/alam semesta. harapannya dengan ritual puter gelang, warga SH terate dapat memaknai lebih dalam arti keprihatinan, kesederhanaan, dan kesabaran agar ditahun baru hijriah ini kita dapat lebih bijak menggunakan sisa hidup yang berkurang seiring dengan bertambahnya tahun.

salam persaudaraan, dan selamat tahun baru hijiriah 1432 hijriah/ 1 muharam 2010.

5 Tanggapan to “1 Suro dimata saya sebagai warga SH terate”

  1. awan Berkata

    sh terate itu ilmu hitam klo berani lawan aku orang iks untuk apa ikut sh jorok amat

    • eko Berkata

      Mas anda kok keterlaluan ngajak orang shterate berantem.kena pakai otak boleh diselesaikan.oh iya kera mana boleh berfikir namanya juga hewan.

    • terate cah Berkata

      dasar orang hutan yang di pake mikir otak munyuk…


  2. saudara-saudaraku, mohon untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak2 yg mengatasnamakan organisasi lain. terimakasih

  3. aris Berkata

    salam psht
    I love sh terate.
    Salam persaudaraan.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s